Mengerikan, Bill Gates Prediksi 6 Bulan Pertama di 2021 Bakal Jadi Penyebaran Covid-19 Terburuk - Tips Dokter
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengerikan, Bill Gates Prediksi 6 Bulan Pertama di 2021 Bakal Jadi Penyebaran Covid-19 Terburuk

 

Mengerikan, Bill Gates Prediksi 6 Bulan Pertama di 2021 Bakal Jadi Penyebaran Covid-19 Terburuk


Tepat satu tahun pandemi Covid-19 menjangkit dunia pada Desember 2020 kemarin. 


Berkenaan dengan itu, Bill Gates telah memprediksi penyebaran Covid-19 pada tahun 2021 yang mana menurutnya pada empat hingga enam bulan pertama akan menjadi kondisi terburuk sejauh ini. 


“Sayangnya, empat hingga enam bulan ke depan bisa menjadi pandemi terburuk. Perkiraan IHME (Institute for Health Metrics and Evaluation) menunjukkan akan ada lebih dari 200 ribu kasus kematian,” ucap Bill Gates yang dikutip oleh Tipsdokter.com dari Independent pada 1 Januari 2021.  


Namun, dia menambahkan jika jumlah kasus kematian itu dapat dihindari jika semua orang mengikuti protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. 


Bill Gates yang merupakan Ketua Bill and Melinda Gates Foundation, mengatakan jika dia kecewa dengan penanganan pandemi di Amerika Serikat (AS) karena kasus dan jumlah kematian yang terus meningkat. 


“Saya pikir AS akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menangani Covid-19,” ujarnya. 


“Virus ini bisa lebih parah dari yang sebenarnya. Hal yang membuat saya terkejut adalah dampak ekonomi di AS dan seluruh dunia jauh lebih besar daripada perkiraan yang saya buat lima tahun lalu,” sambungnya. 


Pendiri Microsoft itu sebelumnya telah memperkirakan bahwa pandemi kemungkinan akan melanda dunia dan lebih dari 10 juta orang akan terbunuh dengan mikroba dalam acara TED Talk pada 2015. 


Dia sebelumnya mengatakan bahwa keadaan normal akan kembali selama musim semi saat angka-angka (kasus Covid-10) menurun secara drastis. 


Yayasan Gates telah menginvestasikan jutaan dolar untuk mendanai penelitian vaksin Covid-19 serta pengujian dan logistik. 


Yayasan itu menjanjikan 70 juta dolar atau sekitar Rp988 miliar untuk memastikan vaksin dapat menjangkau semua orang, termasuk negara-negara miskin. 


“Kami ingin ekonomi dunia terus berjalan. Kami ingin meminimalkan kematian dan anda tahu jika teknologi berasal dari perusahaan Jerman,” katanya. 


Dia berharap ke depannya negara perlu meningkatkan kapasitas distribusi dan produksi vaksin bagi dunia. 


Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019 dan menurut data terakhir telah menginfeksi 83 juta orang di seluruh dunia. 


Sementara kasus kematian mencapai 1,8 juta dan kasus sembuh 59 juta, di mana AS menjadi salah satu negara penyumbang terbesar. 


AS memiliki kasus positif sebanyak 20 juta orang, kasus kematian 354 ribu orang, dan kasus sembuh berjumlah 12 juta orang.