Corona di Tanah Air Tak Kunjung Menemukan Titik Terang, Jokowi Malah Umumkan Kemungkinan Buruk yang Bisa Terjadi Selain Serangan Virus Covid-19, Ada Apa? - Tips Dokter
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Corona di Tanah Air Tak Kunjung Menemukan Titik Terang, Jokowi Malah Umumkan Kemungkinan Buruk yang Bisa Terjadi Selain Serangan Virus Covid-19, Ada Apa?

Corona di Tanah Air Tak Kunjung Menemukan Titik Terang, Jokowi Malah Umumkan Kemungkinan Buruk yang Bisa Terjadi Selain Serangan Virus Covid-19, Ada Apa?


Dikabarkan sebelumnya jika puncak pandemi Covid-19 bisa terjadi pada Bulan Mei hingga Bulan Juni.

Namun, belum diketahui kapan kiranya serangan virus corona ini akan benar-benar berakhir.

Ada kemungkinan, kondisi ini akan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kondisi yang dimaksud adalah tetap di rumah, bekerja dari rumah, dan tidak mudik.

Ternyata ada lagi satu masalah yang mungkin akan dihadapi warga Indonesia.

Yaitu kekeringan.

Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai dampak kekeringan.

Sebab dampak kekeringan bisa membuat ketersediaan bahan pokok untuk ke depannya berkurang.

Ternyata ada lagi satu masalah yang mungkin akan dihadapi warga Indonesia.

Yaitu kekeringan.

Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai dampak kekeringan.

Sebab dampak kekeringan bisa membuat ketersediaan bahan pokok untuk ke depannya berkurang.

Pasalnya, Presiden Jokowi menyampaikan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait 30 persen wilayah zona musim (ZOM) yang akan mengalami kemarau lebih kering dari tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok melalui video conference pada Selasa (5/5/2020).

"Urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus kita hitung benar-benar."

"Karena berdasarkan prediksi dari BMKG, 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya," kata Presiden Jokowi

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan soal peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) terkait krisis pangan dunia.

Untuk itu, Kepala Negara bergarap ketersediaan dan stabilitas harga pangan tidak terganggu selama musim kemarau.

"Oleh sebab itu, antisipasi, mitigasi harus betul-betul disiapkan sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu," jelasnya.